Wednesday, November 18, 2015

Anak Meninggalkan Shalat, Bagaimana Menyikapinya

Image result for site:blogspot.com menyuruh anak shalat
Meninggalkan shalat tentunya adalah hal yang melanggar perintah Allah swt, apabila meninggalkan secara sengaja. Jangankan yang belum tahu hukumnya, yang sudah tahu pun terkadang sering meninggalkan-Nya. Terlepas peran setan yang selalu mengganggu atau keimanan yang sedang down. 

Tidak ada toleransi bagi orang yang sudah akli baligh, bila ia meninggalkannya maka tentunya Ia berdosa. sedangkan untuk anak-anak mungkin masih bisa di toleransi. 

Bikin pusing memang, apabila anak mulai meninggalkan shalat ditambah lagi anak mulai beranjak dewasa. sedangkan disatu sisi orangtua sudah berupaya semaksimal mungkin agar anak tidak meninggalkan shalat..

Cara Menyikapi Anak Yang Meninggalkan Shalat

Allah swt berfirman "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras...(QS.At-Tahrim:6)

Maksud ayat diatas adalah kita diharuskan menjaga keluarga dari perihnya siksa api neraka, dan menyuruh keluarga untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar.
Terasa mudah apabila kita menjelaskannya kepada orang yang sudah mengerti, tapi sebaliknya akan terasa sulit bagi anak-anak.
Tapi jangan berputus asa dulu, ada kok cara-cara bijak untuk mengingatkannya agar anak tidak meninggalkan shalat.

Yang pertama, anda bisa merayu anak dengan mengiming-imingi hadiah yang menarik. Misalnya, nak kita shalat yuk nanti setelah shalat mamah kasih hadiah deh. atau bisa juga dengan mengikuti apa maunya si anak.

Yang kedua,anda juga bisa menjelaskan tentang manfaat dari shalat itu sendiri. Misalnya, kamu tahu gak? kalau orang yang melaksanakan shalat itu hatinya selalu tenang, ketika merasa sulit atas sesuatu akan terasa mudah, dan yang utama wajahnya akan selalu tampan atau cantik.

Yang ketiga, anda bisa memulai dari diri anda sendiri bahkan ini bisa dikatakan point utama. Karena biasanya ketika anda melakukan kegiatan didepan anak secara masif(terus menerus), secara tidak langsung anda sudah menanamkan efek positif kepada anak. Bahkan tanpa anda menyuruh anak shalat, karena seringnya anda melakukan itu biasanya si anak akan malu ketika ditanya "kamu sudah shalat belum nak".

Yakinlah bila anda sudah melakukan hal diatas dengan baik, pasti tidak akan merasa sulit, sebab sesuatu yang awalnya sulit akan terasa mudah bila dijalankan terus menerus. Terlepas dari itu, janganlah berhenti untuk selalu mengingatkan anak-anak untuk mendirikan shalat.

Menggunakan Metode Yang Diajarkan Nabi SAW

Menggunakan metode Nabi dalam mengatasi masalah shalat, sebagaimana telah disebutkan dalam hadits Abu Daud, yaitu dengan memerintahkan anak-anak untuk shalat saat mereka berusia tujuh tahun, kemudian memukul mereka (jika belum juga shalat) jika mereka berusia sepuluh tahun. 

Dengan tetap memelihara sikap bijak dalam memukul sekiranya diperkirakan lebih besar manfaatnya. Hendaknya menggunakan sikap tegas dengan cara yang tepat.

Menggunakan metode isolasi atau tegas ketika meninggalkan shalat atau meremehkannya. Yaitu dalam bentuk hukuman syari yang memberikan pengaruh.

Memperbanyak doa dan harap kepada Allah, semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka di jalannya yang lurus dan menjadikan mereka termasuk orang-orang yang suka melaksanakan shalat dan bertakwa. Hal ini pada kenyataannya merupakan sebab yang paling bermanfaat untuk kebaikan anak keturunan meskipun banyak orang yang tidak menyadarinya.

Orang tua hendaknya tidak bosan memberikan peringatan, nasihat pembinaan, walaupun anak-anak mengulangi lagi sikap meremehkan dan mengabaikan. Jangan pula bosan untuk memberi hadiah kepada anak-anak. Tidak seorang pun yang tahu, kapan waktunya ucapan nasehatnya bermanfaat baginya.










No comments:

Post a Comment