Meninggalkan shalat
tentunya adalah hal yang melanggar perintah Allah swt, apabila meninggalkan
secara sengaja. Jangankan yang belum tahu hukumnya, yang sudah tahu pun
terkadang sering meninggalkan-Nya. Terlepas peran setan yang selalu mengganggu
atau keimanan yang sedang down.
Tidak ada toleransi bagi
orang yang sudah akli baligh, bila ia meninggalkannya maka tentunya Ia berdosa.
sedangkan untuk anak-anak mungkin masih bisa di toleransi.
Bikin pusing memang,
apabila anak mulai meninggalkan shalat ditambah lagi anak mulai beranjak
dewasa. sedangkan disatu sisi orangtua sudah berupaya semaksimal mungkin agar
anak tidak meninggalkan shalat..
Cara Menyikapi Anak Yang
Meninggalkan Shalat
Allah swt berfirman
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar dan keras...(QS.At-Tahrim:6)
Maksud ayat diatas adalah
kita diharuskan menjaga keluarga dari perihnya siksa api neraka, dan menyuruh
keluarga untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar.
Terasa mudah apabila kita
menjelaskannya kepada orang yang sudah mengerti, tapi sebaliknya akan terasa
sulit bagi anak-anak.
Tapi jangan berputus asa
dulu, ada kok cara-cara bijak untuk mengingatkannya agar anak tidak
meninggalkan shalat.
Yang pertama, anda bisa
merayu anak dengan mengiming-imingi hadiah yang menarik. Misalnya, nak kita
shalat yuk nanti setelah shalat mamah kasih hadiah deh. atau bisa juga dengan
mengikuti apa maunya si anak.
Yang kedua,anda juga bisa
menjelaskan tentang manfaat dari shalat itu sendiri. Misalnya, kamu tahu gak?
kalau orang yang melaksanakan shalat itu hatinya selalu tenang, ketika merasa
sulit atas sesuatu akan terasa mudah, dan yang utama wajahnya akan selalu
tampan atau cantik.
Yang ketiga, anda bisa
memulai dari diri anda sendiri bahkan ini bisa dikatakan point utama. Karena
biasanya ketika anda melakukan kegiatan didepan anak secara masif(terus
menerus), secara tidak langsung anda sudah menanamkan efek positif kepada anak.
Bahkan tanpa anda menyuruh anak shalat, karena seringnya anda melakukan itu
biasanya si anak akan malu ketika ditanya "kamu sudah shalat belum
nak".
Yakinlah bila anda sudah
melakukan hal diatas dengan baik, pasti tidak akan merasa sulit, sebab sesuatu
yang awalnya sulit akan terasa mudah bila dijalankan terus menerus. Terlepas
dari itu, janganlah berhenti untuk selalu mengingatkan anak-anak untuk
mendirikan shalat.
Menggunakan Metode Yang Diajarkan Nabi SAW
Menggunakan
metode Nabi dalam mengatasi masalah shalat, sebagaimana telah disebutkan dalam
hadits Abu Daud, yaitu dengan memerintahkan anak-anak untuk shalat saat mereka
berusia tujuh tahun, kemudian memukul mereka (jika belum juga shalat) jika
mereka berusia sepuluh tahun.
Dengan tetap memelihara sikap bijak dalam memukul sekiranya diperkirakan lebih besar manfaatnya. Hendaknya menggunakan sikap tegas dengan cara yang tepat.
Menggunakan
metode isolasi atau tegas ketika meninggalkan shalat atau meremehkannya. Yaitu
dalam bentuk hukuman syari yang memberikan pengaruh.
Memperbanyak doa dan harap kepada Allah, semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka di jalannya yang lurus dan menjadikan mereka termasuk orang-orang yang suka melaksanakan shalat dan bertakwa. Hal ini pada kenyataannya merupakan sebab yang paling bermanfaat untuk kebaikan anak keturunan meskipun banyak orang yang tidak menyadarinya.
Orang
tua hendaknya tidak bosan memberikan peringatan, nasihat pembinaan, walaupun
anak-anak mengulangi lagi sikap meremehkan dan mengabaikan. Jangan pula bosan
untuk memberi hadiah kepada anak-anak. Tidak seorang pun yang tahu, kapan
waktunya ucapan nasehatnya bermanfaat baginya.
No comments:
Post a Comment