Ingat nasihat Nabi saw, saat yang paling tepat
mengenalkan Al-Qur’an adalah ketika anak sudah mulai tertarik dengan buku. Anak
usia 2 sampai 3 tahun biasanya sudah mulai tertarik dengan buku. Hal ini
penting, karena banyak orang tua yang lebih suka menyimpan Al-Qur’an di rak lemari
paling atas. Sesekali perlihatkanlah Al-Qur’an kepada anak sebelum mereka
mengenal buku-buku lain, apalagi buku dengan gambar-gambar yang lebih menarik.
Mengenalkan
Al-Qur’an juga bisa dilakukan dengan mengenalkan terlebih dulu huruf-huruf
hijaiyyah. Bukan mengajarinya membaca, tetapi sekedar memperlihatkannya sebelum
anak mengenal A, B, C,D.
Tempelkan gambar-gambar tersebut ditempat yang sering dilihat anak.Tentu dilengkapi dengan gambar dan warna yang menarik. Dengan sering melihat, akan memancing anak untuk bertanya lebih lanjut. Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf Al-Qur’an.
Tempelkan gambar-gambar tersebut ditempat yang sering dilihat anak.Tentu dilengkapi dengan gambar dan warna yang menarik. Dengan sering melihat, akan memancing anak untuk bertanya lebih lanjut. Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf Al-Qur’an.
MemperdengarkanMemperdengarkanayat-ayat
Al-Qur’an bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD.
Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik pada janin
dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, Insya Allah
memperdengarkanAl-Qur’an akan jauh lebih baik pengaruhnya buat bayi.
Apalagi
jika ibu yang membacanya sendiri. Ketika membaca Al-Qur’an, suasana hati dan
pikiran ibu akan menjadi lebih khusyu’ dan tenang. Kondisi seperti ini, akan
sangat membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan karena
secara teoritis, kondisi psikologis ibu tentu akan sangat berpengaruh pada
perkembangan bayi khususnya perkembangan psikologisnya. Ibu yang sering
mengalami stress, tentu akan berpengaruh buruk pada kandungannya.
MemperdengarkanAl-Qur’an
bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Juga tidak mengenal batas usia anak.
Untuk anak-anak yang belum bisa bicara, Insya Allah lantunan ayat al Qur’an itu
akan terekam dalam memorinya. Dan jangan heran kalau tiba-tiba si kecil lancar
melafadzkan surat al-Fatihah, misalnya begitu dia bisa bicara. Untuk anak yang
lebih besar,memperdengarkan ayat-ayat al-Qur’an (surat-surat pendek) terbukti
memudahkan anak menghafalkannya.
Menghafalkan Al-Qur’an bisa dimulai sejak anak lancar berbicara. Mulailah
dengan surat atau ayat yang pendek. Atau potongan lafadz dari sebuah ayat
(misalnya fastabiqul khayrat, hudallinnas, birrulwalidayn dan sebagainya).
Menghafal bisa dilakukan dengan cara sering-sering membacakan ayat-ayat
tersebut kepada anak, dan latihlah anak untuk menirukannya. Hal ini dilakukan
berulang-ulang sampai anak hafal di luar kepala. Masa anak- anak adalah masa
meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Orang tua harus menggunakan
kesempatan ini dengan baik, jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas
(golden age) pada anak. Menghafal bisa dilakukan kapan saja.
Usahakan di saat anak merasa nyaman. Walau demikian, hendaknya orang tua tetap mempunyai target baik tentang ayat, atau jumlah yang akan dihafal anak. Disini ada tips ataupun kiat-kiat bagaimana mengajarkan Al-Qur’an pada anak.
• Sesuaikan dengan usia anak. Mengajarkan Al Qur'an bagi anak memiliki prinsip
yang berbeda dengan orang dewasa. Karena itu pemilihan metode pengajarannya pun
harus disesuaikan dengan usia anak. "Anak yang lebih kecil tentunya tidak
bisa diajarkan membaca Al Qur'an dalam masa yang ditentukan misalnya satu jam
penuh"
• Beri contoh, anak akan mencontoh perilaku orang-orang disekitarnya. Karenanya, sebagai orang tua, Anda juga harus memberikan contoh dengan membaca dan mengamalkan isi Al Qur'an setiap hari. Melihat Anda membaca Al Qur'an, anak akan tertarik untuk ikut membaca.
• Membiasakan anak mendengarkan Murottal atau bacaan Al Qur'an setiap hari.
Pembiasaan merupakan metode yang paling dgampang diterapkan. Setiap kali ada
waktu dan kesempatan, perdengarkan bacaan Al Qur'an baik melalui kaset atau
VCD.
• Tetapkan waktu untuk mengajar anak membaca Al Qur'an. Setiap hari tetapkan
satu waktu untuk mengajarkan atau mendengarkan bacaan anak, misalnya sehabis
shalat Maghrib. Penetapan waktu ini untuk memudahkan Anda mendengarkan bacaan
Al Qur'an anak.
• Ajak teman atau saudara anak untuk bersama-sama membaca Al Qur'an.
• Ceritakan kisah-kisah indah dari Al Qur'an. Untuk memacu rasa ingin tahu anak
terhadap isi AL Qur'an, ceritakan kisah-kisah dalam Al Qur'an, kisah keberanian
Nabi Ibrahim, kezhaliman Fir'aun dan sebagainya. Selain agar anak tidak jemu
dengan sistem pendidikan yang diterapkan, kisah-kisah ini juga menanamkan rasa
cinta pada Allah dan Islam.
• Beri reward atau hadiah setiap anak bisa menghafal satu surah. reward bukan
saja berupa uang atau hadiah berbentuk barang. Bisa saja anak diberikan buku
yang disukainya, atau sekedar diberikan tanda bintang di buku kecilnya. Pujian
juga membuat anak semakin terpacu. Adab-Adab yang Membantu Anak Tergugah Oleh
Al Qur'an
Dengan demikian anak-anak akan merasa tidak kesulitan, tentunya akan tumbuh generasi islami yang berkualiatas kedepannya. Yang sesuai dengan Al-qur'an dan AlHadits.
No comments:
Post a Comment